Ada ungkapan mengatakan “Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi”. Nah, bagaimana kalau dengan sakit jantung ?
Baru-baru ini kematian salah satu selebriti dan tokoh masyarakat Indonesia di usianya yang tergolong muda yaitu Adjie Massaid mengejutkan banyak orang dan menggemparkan masyarakat. Kematiannya begitu tiba-tiba, dan dikatakan bahwa serangan jantung adalah penyebabnya. Sejak saat itu, banyak obrolan ringan, posting, dan tayangan media mengupas tentang serangan jantung, penyebab serta tips pencegahan maupun tips pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi info lain tentang sakit jantung dan kaitannya dengan sakit gigi.
Hah ? Sakit gigi dan sakit jantung memangnya ada hubungannya ?
Sebenarnya para dokter telah lama mengetahui bahwa sakit gigi / gusi dan sakit jantung berkaitan, tetapi mereka belum mencapai kesepakatan atas alasan-alasan yang pasti di balik hubungan tersebut. Para pasien penyakit jantung sering memiliki sekaligus beberapa faktor resiko seperti kadar kolesterol tinggi atau pola makan yang buruk, kebiasaan merokok, faktor keturunan, dan lainnya sehingga nyaris tidak terpikir bahwa mungkin buruknya kesehatan gigi dan mulut menjadi faktor penyebabnya.
Penyakit jantung dan serangan jantung menempati posisi atas sebagai penyebab utama kematian di berbagai negara. Dan walaupun tidak diketahui pasti seberapa banyak dari kasus kematian tadi yang berkaitan dengan penyakit gigi dan gusi, Dr. Dwight Weathers dari Emory University menduga angkanya tinggi, mengingat bahwa 85 % manusia di atas usia 65 tahun dan hampir setengah dari manusia yang usianya di bawah usia 65 tahun tersebut menderita berbagai macam bentuk penyakit periodontal (penyakit pada jaringan yang berkaitan dengan gigi).
“Kesehatan gigi yang kurang baik begitu lazimnya sehingga dengan mengobati penyakit-penyakit gusi, berarti menyelamatkan jumlah jiwa yang signifikan,” ungkap Dr. Steven Offenbacher, seorang profesor riset dari University of North Carolina.
Satu zat yang diproduksi di dalam tubuh yang disebut high-sensitivity C-reactive-protein (hs-CRP) adalah zat yang diduga memainkan peranan dalam hubungan antara penyakit gigi / gusi dengan penyakit jantung. Penyakit gusi akut meningkatkan jumlah hs-CRP dalam aliran darah, yang adalah reaksi alami terhadap peradangan yang disebabkan oleh luka atau infeksi.
American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika) mengatakan bahwa hs-CRP dapat menandakan meningkatnya resiko serangan jantung. “Ada banyak bukti yang mengindikasikan bahwa peradangan bisa menjadi pembunuh tersembunyi,” ungkap Offenbacher, yang telah melakukan riset mengenai hubungan antara penyakit gigi / gusi dengan penyakit jantung selama 15 tahun.
Selain dari hs-CRP, para ilmuwan menunjuk bakteri-bakteri mulut sebagai faktor lain yang menghubungkan penyakit gigi / gusi dengan penyakit jantung. Bakteri mulut dari gusi berdarah yang terbawa dalam aliran darah dapat menggumpal bersama sel sel darah kemudian menghalangi aliran darah menuju jantung sehingga meningkatkan resiko serangan jantung.
Itulah sedikit info yang ingin saya bagikan. Para dokter dan ilmuwan masih terus melakukan penelitian dan perdebatan, namun alangkah baiknya kita mulai menjadi aware dan mulai membentuk kebiasaan-kebiasaan baik untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut kita, tentunya dengan cara-cara yang benar. Bagaimanapun juga, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan ?
( Ditulis berdasarkan sebuah artikel dari cnninternational.com/health berjudul “Brush your teeth, save your life” )